Rabu, 05 Oktober 2016

Asal Usul Museum dr. Moh saleh



Museum dr. Moh Saleh yang terletak di Jl. dr. Moh. Saleh nomor 1 Kota Probolinggo Jawa Timur  ini merupakan peninggalan sejarah pada masa kolonial Belanda. Museum ini adalah bekas kediaman dr. Moh Saleh dan sekaligus rumah sakit yang beroperasi pertama kali di Kota Probolinggo. Sudah menjadi kebijakan pemerintahan belanda untuk membangun rumah sakit disetiap daerah kekuasaannya. Tak heran jika museum ini seperti arsitektur bangunan belanda.
dr. Mohammad Saleh merupakan salah satu dr. pribumi yang lahir di Simo, Jawa Tengah tanggal 15 Maret 1888. Ia anak termuda dari 5 bersaudara pasangan Haji Sastrodikromo dan Hajah Nalirah. Kemudian ia memperistri Emma Naimah, putrid termuda dari 4 bersaudara pasangan daeng Moehsin dan Masnoon yang lahir dijakarta tahun 1883. Ia dikaruniai sebelas anak, yaitu 8 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.
dr. Mohammad Saleh adalah mahasiswa lulusan STOVIA (School Tot Opleiding van Indlandsche Artsen) yang awalnya bernama sekolah Dokter Djawa. Pada Saat usia 20 tahun, Ia mendirikan pergeragakn bersama dr. Soetomo dan beberapa mahasiswa STOVIA lainnya. Pergerakan tersebut bernama Boedi Oetomo. Stelah lulus dari STOVIA Dokter Mohammad saleh ditugaskan oleh  belanda sebagai dokter pribumi mulai di jakarta, Boyolali jawa Tengah, Kolonedele Sulawesi Tengah, Bondowoso, Pasuruan, dan menjelang usia 50 tahun yaitu sekitar tahun 1938 ia bertugas di Probolinggo sampai akhir hayatnya.
Selama di Probolinggo, Dokter Mohammad Saleh menetap dirumah di Jl. Laoet nomor 1 yang sekarang menjadi Jl. Dr. Moh. Saleh nomor 1. Dirumah tersebut ia mempersatukan pemuda dan pemudi berbagai suku di Indonesia, sehingga mendapat julukan sebagai rumah BhinekaTtunggal Ika. Selain itu, di rumah ini pula terbentuknya partai politik pertama, yaitu Partai Indonesia Raya (Parindra) yang didirikan bersama Dr. Soetomo. Rumah tersebut juga dijadikan sebagai rumah sakit umum pada masa pemerintahan kolonial belanda. Meskipun dokter Mohammad saleh tinggal dan bertugas disana, namun tempat tersebut masih dibawah kekuasaan belanda.
Barulah pada awal kemerdekaan, Dokter Mohammad saleh di beri wewenang oleh pemerintah Indonesia untuk memimpin sebuah rumah sakit umum di Probolinggo bersama dua orang dokter pertama yang berdinas disana, yaitu dr. Sardadi dan dr. Pyter dari Swiss. Setelah dr. Moh Saleh wafat pada 2 maret 1952, tugasnya digantikan oleh anaknya yang terakhir yaitu Abu Bakar saleh. Setelah Abu Bakar Saleh wafat pada tahun 2008, kemudian pemerintah Kota Probolinggo mengadakan  penelitian bersama guru-guru sejarah se-Kota Probolinggo untuk menjadikan tempat tersebut sebagai Museum. Selain untuk pelestarian cagar budaya di kota probolinggo diresmikannya museum ini agar masyarakat dapat mengenang dan mengetahui jasa-jasa dr. Moh saleh kepada masyarakat Probolinggo. Pembukaan museum ini pada 26 maret 2013, dan diresmikan untuk umum pada 30 April 2013 oleh Bandit selaku Wakil Walikota.

1 komentar:

  1. All the new features of the new merit casino
    This new slot machine features worrione free spins, multipliers, 1xbet korean wilds, multipliers and a unique game 메리트 카지노 mode which gives the player a full

    BalasHapus